Kewirausahaan, satu kata yang kelihatannya sederhana, tapi ternyata punya arti yang besar. Sebagai seorang mahasiswi yang sedang belajar bisnis, perjalanan saya dalam mata kuliah kewirausahaan benar-benar seperti sebuah petualangan. Dari mencari ide, membuat strategi, sampai menghadapi tantangan revisi, semuanya memberikan pengalaman yang seru sekaligus berharga.
Perjalanan saya dimulai dari tugas kelompok pertama. Kami membuat Business Model Canvas (BMC) untuk sebuah ide bisnis. Setelah berdiskusi panjang, kelompok kami memutuskan untuk membuat konsep bisnis kue kering berbahan dasar buah naga. Kami yakin ide ini unik dan bisa menarik perhatian. Tapi saat dipresentasikan, ternyata masih banyak yang harus diperbaiki. Kami menghabiskan waktu merevisi BMC ini hingga tiga kali. Setiap revisi terasa melelahkan, tapi juga membuka wawasan baru tentang bagaimana bisnis harus disusun dengan matang.
Setelah tugas pertama selesai, dosen memberikan arahan untuk mengganti produk tersebut. Kali ini, kami membuat konsep bisnis susu bayam, sebuah ide inovatif untuk pasar minuman sehat. Prosesnya sama, revisi juga tidak terhindarkan. Lalu pada akhirnya kita harus merevisi lagi untuk ketiga kalinya maka kelompok kami memutuskan untuk membuat sebuah program "Belajar Bareng".
Kemudian, setelah tugas kelompok sudah terselesaikan dosen kami membuat BMC individu. Saya memilih ide "EverAfter", sebuah platform digital untuk membantu remaja bahkan orang dewasa untuk menemukan bagaimana caranya supaya mereka tetap tampil stylish dengan harga yang murah tapi tentunya dengan kualitas yang oke. Menyusun BMC individu ini terasa lebih berat karena saya harus memikirkan semua elemen sendirian. Pada percobaan pertama, banyak elemen yang kurang sesuai, seperti proposisi nilai dan segmen pelanggan. Saya pun harus melakukan revisi hingga dua kali. Meskipun melelahkan, proses ini justru membantu saya memahami bagaimana menyusun model bisnis yang lebih realistis dan sesuai kebutuhan pasar.
Tidak berhenti di situ, kami juga diminta menggunakan metode SCAMPER untuk mengembangkan ide yang sudah ada. SCAMPER adalah metode berpikir kreatif yang terdiri dari beberapa langkah:
- Substitute: Mengganti elemen atau bahan tertentu dalam produk.
- Combine: Menggabungkan dua atau lebih elemen untuk menciptakan sesuatu yang baru.
- Adapt: Menyesuaikan elemen agar lebih relevan dengan kebutuhan.
- Modify: Memodifikasi atau mengubah elemen untuk meningkatkan keunggulan.
- Put to Another Use: Menggunakan elemen untuk fungsi lain.
- Eliminate: Menghilangkan elemen yang tidak penting.
- Reverse: Membalikkan urutan atau struktur untuk melihat hasil yang berbeda.
Hasil dari SCAMPER ini membuat saya kembali merevisi BMC individu saya untuk kedua kalinya. Dengan tambahan fitur baru dan perbaikan lainnya, "EverAfter" menjadi konsep bisnis yang jauh lebih matang. Revisi ini memang membutuhkan banyak energi, tetapi hasil akhirnya sangat memuaskan. Saya belajar bahwa kewirausahaan bukan hanya soal ide kreatif, tapi juga tentang kesabaran dan kemampuan untuk terus menyempurnakan ide.
Pengalaman ini mengajarkan saya banyak hal. Dari tugas kelompok hingga individu, saya belajar pentingnya kerjasama, kreativitas, dan ketekunan. Dunia kewirausahaan memang penuh tantangan, tapi juga memberikan begitu banyak kesempatan untuk belajar dan berkembang. Meski lelah, saya merasa bangga bisa melewati semua proses ini. Petualangan saya di dunia kewirausahaan mungkin baru dimulai, tapi saya yakin pengalaman ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk langkah saya ke depan.

0 Komentar